*TIM MABES TNI BERIKAN PENYULUHAN KARHUTLA DI TULANG BAWANG, TEKANKAN PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI*

0
10

KODIM 0426/TB – – Menggala (Tulang Bawang) — Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan Karhutla di Aula Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulang Bawang, Jalan Cendana, Lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (3/9/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut mengusung tema “Cegah Sebelum Dibakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu” dan diikuti sekitar 75 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta sinergi seluruh pihak dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Tulang Bawang.

 

Tim Penyuluh Mabes TNI yang hadir terdiri dari Kolonel Inf MM Yamin Ahmad, S.Pd., M.M., Kolonel Sus Mulyana, Mayor Ckm Asnawi, S.E., M.H., Kapten Cpm I. Gusti Bagus A.W., S.H., dan Kapten Cpm Sukato Sembiring. Turut hadir Kadis Damkar Kabupaten Tulang Bawang Mohammad Umar, S.Sos., Pasi Pers Kodim 0426/TB Lettu Inf Sudirman, Sekretaris Dinas Damkar Tony Gusliawan, S.E., Ak., M.M., Kabid Damkar Ishak, para Babinsa Koramil 426-02/Mgl, anggota Damkar, serta masyarakat peserta sosialisasi.

 

Dalam sambutannya, Kadis Damkar Kabupaten Tulang Bawang Mohammad Umar menyampaikan sejumlah kondisi dan kendala dalam penanganan kebakaran di wilayahnya. Dari sisi jangkauan, armada Damkar Pemkab Tulang Bawang saat ini mampu menjangkau lima kecamatan, sedangkan wilayah lainnya memiliki kendala jarak, kondisi medan, usia armada, serta akses jalan yang dapat memengaruhi kecepatan penanganan.

 

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dinas Damkar mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perusahaan perkebunan yang memiliki armada dan sarana pemadaman sendiri. Koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, aparat kewilayahan, dan pihak perusahaan dinilai penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau armada Damkar.

 

Sementara itu, Tim Penyuluh Mabes TNI menekankan bahwa penanganan Karhutla harus mengutamakan langkah pencegahan, deteksi dini, pelaporan cepat, serta penanganan secara terpadu. Kolonel Inf MM Yamin Ahmad menjelaskan bahwa TNI memiliki peran dalam membantu penanggulangan bencana dan kesulitan masyarakat sesuai tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

 

Dalam penyampaian materi, Kolonel Sus Mulyana juga mengingatkan bahwa kebakaran lahan dapat menimbulkan kerugian besar terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekosistem. Oleh karena itu, seluruh unsur perlu memahami prinsip dasar terjadinya api, termasuk unsur bahan bakar, sumber panas atau pemicu, dan oksigen, sebagai bagian dari upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.

 

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 23 kejadian kebakaran pada Juli 2026, meningkat menjadi 63 kejadian pada Agustus 2026, serta delapan kejadian pada awal September 2026, dengan total 91 kejadian sejak Juli hingga awal September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan dan penguatan sinergi antarlembaga.

 

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi, sehingga diperlukan kepedulian, kesiapsiagaan, deteksi dini, serta koordinasi yang cepat dan terpadu.

 

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penutupan. Pada pukul 11.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI di wilayah Kodim 0426/TB Kodam XXI/Radin Inten Lampung selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan tertib.